ami
- ACS: Sekumpulan gejala yang menandakan iskemia miokard akut yang disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pasokan oksigen dan kebutuhan oksigen pada otot jantung
- Diagnosis
NYERI DADA
- Sakit dada di bawah sternum seperti diperas,panas,diremas,dada penuh seperti mau pecah,baal atau kram.
- Lokasi nyeri bisa di dada kiri ,leher saja,punggung,dada kanan,dan dapat pula di epigastrium.
- Penjalaran dapat kerahang,leher,bahu,lengan kiri,dan punggung.
- Faktor pencetus : aktivitas fisik atau emosional, suhu udara dingin
- Disertai gejala sistemis seperti mual,muntah, lemas,keringat dingin bahkan pingsan.
EKG
- ST elevasi
- Left Bundle Branch Block ( LBBB )
- Inversi gelombang T
- Perubahan ST – T segmen yang dinamis bersamaan dengan nyeri dada.
ENZIM JANTUNG
- Troponin T dan I :
- Spesipik untuk kerusakan otot jantung
- Dapat dideteksi 2 – 4 jam pasca infark
- Spesipik untuk kerusakan otot jantung
- Creatinine Phospokinase ( CK ) : CKMB
- Dapat dideteksi 4- 6 jam pasca infark
- Mencapai puncaknya pada 24 jam pertama
- Kembali normal setelah 2- 3 hari
- Dapat dideteksi 4- 6 jam pasca infark
- Penatalaksanaan
Tatalaksana Awal : INGAT " M O N A "
- Morphine 2 – 4 mg tiap 5 s/d 10 menit
- Oksigen 4 liter/menit
- Nitrogliserin sublingual atau IV
- Aspirin 160 – 325 mg dikunyah kemudian ditelan
Penanganan Khusus
- Terapi reperfusi, dengan sasaran:
- Fibrinolitik : door-to-needle < 30 menit
- Primary PTCA: door-to-dilatation <60 menit
- Fibrinolitik : door-to-needle < 30 menit
- Terapi Conjunctive (kombinasi dengan obat fibrinolitik)
- Aspirin
- Heparin
- Aspirin
- Terapi Tambahan
- Blockade Adrenoreseptor Beta ( b blocker ) bila memungkinkan
- Nitrogliserin iv (efek anti iskemik dan anti hipertensif)
- ACE Inhibitor (khususnya pada IMA anterior yang luas, gagal jantung tanpa hipotensi - TD sistolik > 100 mmHg, Infark Miokard sebelumnya).
- Blockade Adrenoreseptor Beta ( b blocker ) bila memungkinkan
- Diagnosa kep
- Nyeri
- Penurunan curah jantung
- Gangguan pertukaran gas
- Risiko intoleransi aktiv
- Nyeri
Trauma abdomen
- Luka tembus (tembakan, tusukan)
-Luka masuk / keluar mungkin tidak jelas
-Pertimbangkan pembedahan / laparotomi
- Luka tidak tembus (trauma tumpul)
-Anamnesa yang baik sangat perlu
-Kompresi / tumbukan, crush, seat belt atau cedera akselerasi / deselerasi
- Yang harus dicari
Perdarahan organ ® hati, limpa, pemb.darah
- shock
Perforasi usus
- peritonitis
Kerusakan organ lain® pancreas, empedu
- shock
- macam
Perut sering cedera
- Penilaian sukar
- Perdarahan tersembunyi
- Penilaian ulang harus dilakukan berkali-kali
- Perlu konsultasi dokter bedah jika mungkin
- Penilaian sukar
Pelvis
- Mungkin disertai cedera saluran kemih
- Palpasi mencari nyeri tekan, crepitus tulang, gerakan abnormal, denyutan nadi
- Jangan gerakkan pelvis untuk membuktikan ada fraktur
- Foto sinar-X sangat perlu (jika ada)
- Imobilisasi akan membantu mengurangi perdarahan
- Pasang pelvic belt / sling
- Pasang pelvic belt / sling





Tidak ada komentar:
Posting Komentar