Produk Terbaru

sdit alam alhikmahSDIT ALAM ALHIKMAH Bingung mencari sekolah untuk anak tersayang anda??? sekolah alam sekarang bisa menjadi pilihan menarik bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,

Selengkapnya

winnetWINNET WINNET. segala kebutuhan komputer anda dapat temukan disini Anda bingung mencari komputer untuk memenuhi kebutuhan harian anda???

Selengkapnya

conto postingConto Posting Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

conto postingConto Posting Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

gela-geloGela-Gelo Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

Jumat, 29 Januari 2010

Kmb2

Heni p

  1. Pengkajian sist muskuloskeletal

    Pengkajian fisik

    1. Umum screening test
    2. Masalah khusus injuri lokal
    3. Status fngsional ADL klien
  2. Aspek
    1. Data biografi dan demografi
    2. Keluhan utama
    3. Riw kesh lalu
    4. Riw kelg
    5. Riw psiko sos
    6. Gayahidup
    7. Review sist
  3. Lab
    1. Kalsium serum
    2. Fosfor
    3. Alkalin fosfatase
    4. LED
    5. Enzim otot
    6. LDH
    7. SGOT

    x-ray

    1. Sinar x multiple
    2. Sin x korteks tulang
    3. Sendi
    4. Mielografi
    5. CT scan
    6. MRI
    7. Angiografi
    8. DSA
    9. Artrogradi
    10. Artrosintesis


 

Mona sapar

Luka bakar

  1. Etiologi
    1. Luka bakar suhu tinggi
      1. Gas
      2. Cairan
      3. Bahan padat(solid)
    2. Cemical burn
    3. Electrical burn
    4. Radiation injuri
    5. Luka bakar suhu dingin
  2. Diagnostik

    HB, hematokrit, elektrolit albumin, GDS, Ur Creat, SGOT SGPT

  3. Komplikasi
    1. Shock kehilangan airan
    2. Sepsis
    3. Gaagl ginjal akut
    4. Pneumonia
  4. Prognosa tergantung
    1. Derajat luka bakar
    2. Luas
    3. Daerah
    4. Usia

Materi KGD gypta


 

ami

  1. ACS: Sekumpulan gejala yang menandakan iskemia miokard akut yang disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pasokan oksigen dan kebutuhan oksigen pada otot jantung
  2. Diagnosis

NYERI DADA

  1. Sakit dada di bawah sternum seperti diperas,panas,diremas,dada penuh seperti mau pecah,baal atau kram.
  2. Lokasi nyeri bisa di dada kiri ,leher saja,punggung,dada kanan,dan dapat pula di epigastrium.
  3. Penjalaran dapat kerahang,leher,bahu,lengan kiri,dan punggung.
  4. Faktor pencetus : aktivitas fisik atau emosional, suhu udara dingin
  5. Disertai gejala sistemis seperti mual,muntah, lemas,keringat dingin bahkan pingsan.

EKG

  1. ST elevasi
  2. Left Bundle Branch Block ( LBBB )
  3. Inversi gelombang T
  4. Perubahan ST – T segmen yang dinamis bersamaan dengan nyeri dada.

ENZIM JANTUNG

  1. Troponin T dan I :
    1. Spesipik untuk kerusakan otot jantung
    2. Dapat dideteksi 2 – 4 jam pasca infark
  2. Creatinine Phospokinase ( CK ) : CKMB
    1. Dapat dideteksi 4- 6 jam pasca infark
    2. Mencapai puncaknya pada 24 jam pertama
    3. Kembali normal setelah 2- 3 hari
  1. Penatalaksanaan

Tatalaksana Awal : INGAT " M O N A "

  1. Morphine 2 – 4 mg tiap 5 s/d 10 menit
  2. Oksigen 4 liter/menit
  3. Nitrogliserin sublingual atau IV
  4. Aspirin 160 – 325 mg dikunyah kemudian ditelan

Penanganan Khusus

  1. Terapi reperfusi, dengan sasaran:
    1. Fibrinolitik : door-to-needle < 30 menit
    2. Primary PTCA: door-to-dilatation <60 menit
  2. Terapi Conjunctive (kombinasi dengan obat fibrinolitik)
    1. Aspirin
    2. Heparin
  3. Terapi Tambahan
    1. Blockade Adrenoreseptor Beta ( b blocker ) bila memungkinkan
    2. Nitrogliserin iv (efek anti iskemik dan anti hipertensif)
    3. ACE Inhibitor (khususnya pada IMA anterior yang luas, gagal jantung tanpa hipotensi - TD sistolik > 100 mmHg, Infark Miokard sebelumnya).
  1. Diagnosa kep
    1. Nyeri
    2. Penurunan curah jantung
    3. Gangguan pertukaran gas
    4. Risiko intoleransi aktiv

Trauma abdomen

  1. Luka tembus (tembakan, tusukan)

    -Luka masuk / keluar mungkin tidak jelas

    -Pertimbangkan pembedahan / laparotomi

  2. Luka tidak tembus (trauma tumpul)

    -Anamnesa yang baik sangat perlu

    -Kompresi / tumbukan, crush, seat belt atau cedera akselerasi / deselerasi

  3. Yang harus dicari

    Perdarahan organ ® hati, limpa, pemb.darah

    1. shock

    Perforasi usus

    1. peritonitis

    Kerusakan organ lain® pancreas, empedu

  4. macam

    Perut sering cedera

    1. Penilaian sukar
    2. Perdarahan tersembunyi
    3. Penilaian ulang harus dilakukan berkali-kali
    4. Perlu konsultasi dokter bedah jika mungkin

Pelvis

  • Mungkin disertai cedera saluran kemih
  • Palpasi mencari nyeri tekan, crepitus tulang, gerakan abnormal, denyutan nadi
  • Jangan gerakkan pelvis untuk membuktikan ada fraktur
  • Foto sinar-X sangat perlu (jika ada)
  • Imobilisasi akan membantu mengurangi perdarahan
    • Pasang pelvic belt / sling


 

Materi KGD karno


 

Triase

  1. Triase adalah Tindakan untuk mengelompokkan penderita berdasar beratnya cidera yang diprioritaskan berdasarkan ada tidaknya gangguan pada ABC
  2. Dasar pemilihan triase
    1. Kebutuhan terapi
    2. Sdm yang ada
  3. Kriteria triase
    1. Gawat Darurat: Keadaan mengancam jiwa/mengancam terjadi kecacatan bila tidak ditangani segera
    2. Gawat tidak darurat : Kondisi yang gawat tetapi tidak memerlukan tindakan darurat
    3. Darurat tidak gawat: Keadaan yang memerlukan tindakan darurat tetapi tidak mengancam jiwa
    4. Tidak gawat tidak darurat: Keadaan tidak perlu tindakan darurat, pasien stabil.
  4. Label
    1. Hitam: meninggal
    2. Biru: perlu segara resus
    3. Merah: pengawasan dan resus
    4. Kuning: pengawasan
    5. Hijau: cedera ringan

Disaster manaj

  1. Disaster: Jumlah korban banyak, melebihi kapasitas pertolongan yang tersisa Fasilitas umum dan medik rusak / hancur
  2. Macam:
    1. Natural dis
    2. Man-made dis
    3. Complex dis
  3. Triase bencana
    1. Korban ringan ditolong lebih dulu
    2. Korban berat ditunda
  4. Kunci pertolongan di lokasi benc
    1. Tim Penolong harus mengamankan dirinya dulu
    2. Tim Penolong JANGAN segera masuk lokasi, tunggu pengamanan
    3. JANGAN MENAMBAH KORBAN LAGI
  5. Siap untuk secondary disaster akibat:
    1. kurang air
      1. higiene turun, penyakit baru, infeksi operasi
    2. waste disposal
      1. sampah, tinja, bangkai
      2. lalat dan insekt meraja lela
    3. wabah baru
      1. cholera, dysenteri, DHF, malaria, meningitis
    4. unsheltered life
      1. hujan, batuk, pneumonia
    5. bencana ikutan
      1. gempa susulan, longsor

luka bakar

  1. korban luka bakar
    1. Kulit terbakar
    2. Hawa panas terhisap masuk paru
    3. Asap, uap beracun masuk paru
    4. Trauma mekanik (kejatuhan benda)
  2. Kematian
    1. Dini
      1. Obstruksi jalan nafas
      2. Gagal nafas
      3. Shock kehilangan plasma
    2. lambat
      1. Gagal ginjal
      2. Sepsis
      3. Multiple organ failure

  3. Penanganan awal
    1. Hentikan proses terbakar (dan sisa panasnya)
      1. siram air (jangan air es)
      2. (mentega, odol, kecap???)
    2. ABCDE
    3. Tentukan luas luka bakar
    4. Berikan infus cairan yang cukup (dua iv line)
    5. Cegah hipotermia
  4. Tanda klinis shock
    1. Kulit telapak tangan dingin, pucat, basah
    2. Capillary Refill Time > 2 detik
    3. Nafas cepat
    4. Nadi cepat > 100
    5. Tekanan darah < 90-100 mmHg
    6. Kesadaran ® gelisah sampai coma
    7. Pulse pressure menyempit        
    8. JVP rendah (vena jugularis eksterna)
    9. Produksi urine < 0.5 ml/kg/jam
  5. Hipovolemik(24 jam pertama)
    1. RL / RA / NaCl 0.9%
    2. 2-4 ml / kg / % luka bakar
    3. 1/2 volume dalam 8 jam
    4. 1/2 volume dalam 24 jam berikutnya (16?)
    5. 24 jam dihitung dari saat terbakar
    6. pertahankan urine 0.5-1.0 ml/kg/jam
    7. rehidrasi oral dapat diberikan u/ luka bakar ringan
  6. inhalasi termal injuri
    1. Edema jalan nafas, obstruksi trachea
      1. perlu intubasi dini jika suara serak
      2. tracheostomy bila obstruksi lebih berat
    2. Edema bronchial dan destruksi alveoli
      1. perlu nafas buatan dengan oksigen tinggi
  7. luka bakar listrik
    1. Aliran tegangan tinggi (>1000 volt)
    2. Luka masuk (lebih kecil) dan luka keluar (lebih besar)
    3. Gangguan irama jantung monitor 24 sampai 48 jam pertama.
    4. Kerusakan syaraf,pembuluh darah, otot dan tulang.
    5. Kadang disertai luka bakar (bunga api listrik)


 


 

HIPERTENSI KRISIS(gypta)

Pengertian

Peningkatan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan diastolik diatas 90 mmHg


 

Penyebab

  • Obesitas
  • Merokok
  • Stress
  • Intake Sodium yang Tinggi
  • Serum lipide yang meningkat
  • Gangguan emosi


 

Pathofisiologi


 


 

Circulating vasoaktive substansi spt angiotensin II, epineprin dan hormon anti natriuretik

â


 

SVR ↑

â

Necrosis fibrinoid arteriol

â

·Kerusakan endotel, dipososi fibrin, & trombosite

·kehilangan auto regulasi

â

Iskemi organ Target


 


 

Gejala Klins


 

  • Retinal: Haemorragie, papiledema, pandagan kabur
  • Kesadaran: binggung, somnolent, stupor, koma
  • SSP: Sakit kepala, Pelo, kelumpuhan, stroke
  • Kardiovaskuler: Diastolik > 120-130 mmHg, pembesaran jantung, gagal jantung
  • Perkemihan: Oliguri, haematuri, nocturia, Gagal ginjal
  • GIT: Anorexia, nausea, vomiting


 

Pengertian Hipertensi Krisis

Terjadinya peningkatan yang sangat tinggi dimana tekanan darah diastolik melebihi 120 mmHg - 130 mmHg.


 

Tipe Hipertensi Krisis

  1. Emergensi

    Hipertensi acut membahayakan jiwa dapat menyebabkan kerusakan organ target , otak, jantung , ginjal.

  2. Urgensi

    Tanpa kerusakan organ target dan tak perlu dirawat.


     

Assesment


 

  • Data Subyektif
    • Riwayat Penyakit Sekarang
      • Sakit kepala
      • Pusing
      • Gangguan penglihatan
      • Nyeri dada
      • Gagal Jantung
      • Tidak ada keluhan
    • Riwayat Medik
      • Hipertensi (tidak kontrol, berhenti minum obat)
      • Penyakit ginjal
      • Eklamsia
      • Hipertensi terkait penggunaan pil kontrasepsi


       

  • Data Objektif
    • Pemeriksaan fisik
      • Tekanan Diastolik > 130 mmHg – 140 mmHg
      • Retinopati
        • Perdarahan or exudate pada retina
        • Papil edema
      • Perubahan status neurologi
        • Tanda-tanda PTIK
        • Kejang
        • Mengantuk, bingung, letargi, stupor dapat berkembang ke koma
        • Hemiparese
      • Perubahan status cardiac
        •     Nadi apikal yang jelas
        •     S3, S4
        •     Suara paru ronki basah
      • Oliguria
    • Pemeriksaan penunjang
      • ektrolit serum, creatinin, BUN
      • Urinalysis
      • Foto thorax
      • EKG 12 – 15 lead
        • Iskemia
        • Deviasi axis
        • Hypertropi ventrikel kiri
        • Gelombang ST or T abnormal
    • CT-Scan otak


 

Diagnosa Keperawatan

  • Gangguan perfusi cerebral berhubungan dengan penurunan aliran darah skunder PTIK
  • Gangguan perfusi jaringan, renal berhubungan dengan hipertensi
  • Pertukaran gas tidak efektif berhubungan dengan kongestif paru skunder gagal jantung, IMA, kelebihan volume cairan
  • Kecemasan/ketakutan berhubungan perubahan status kesehatan


 

Tujuan

  1. CO adequat
  2. Pola nafas efektif
  3. Nyeri/tidak nyaman hilang
  4. Tak ada sumbatan jalan napas
  5. TD terkontrol
  6. Pasien partisivasi pada aktivitas yang diinginkan
  7. Tak ada kerusakan organ target
  8. Tak ada kerusakan organ target


 


 


 


 


 

Rencana Tindakan

  1. Cek kesadaran
  2. Jaga kepatenan jalan nafas
  • Oral/nasal tube
  • ETT
  1. Berikan Oksigen bila diperlukan
  2. Pasang IV line dengan NaCl 0,9%
  3. Berikan obat-obat anti hipertensi
  4. Pasang monitor jantung
  5. Amati warna kulit dan kelembaban, temp, dan waktu pengisian kapiler
  6. Perhatikan kalau ada odema
  7. Monitor kwalitas dan frekuensi pulsasi nadi
  8. Auskultasi jantung dan paru


 

PENANGANAN SYOK KARDIOGENIK PADA INFARK MIOKARD AKUT


 


 

Pengertian

Syok Kardiogenik adalah suatu sindrom klinis dimana jantung tidak mampu memompakan darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhaan metabolisme tubuh akibat disfungsi otot jantung


 

Etiologies

  • Acute myocardial infarction/ischemia
  • LV failure
  • VSR
  • Papillary muscle/chordal rupture- severe MR
  • Ventricular free wall rupture with subacute tamponade
  • Other conditions complicating large MIs
    • Hemorrhage
    • Infection
    • Excess negative inotropic or vasodilator medications
    • Prior valvular heart disease
    • Hyperglycemia/ketoacidosis
    • Post-cardiac arrest
    • Post-cardiotomy
    • Refractory sustained tachyarrhythmias
    • Acute fulminant myocarditis
    • End-stage cardiomyopathyHypertrophic cardiomyopathy with severe outflow obstruction
    • Aortic dissection with aortic insufficiency or tamponade
    • Pulmonary embolu
    • Severe valvular heart disease -Critical aortic or mitral stenosis, Acute severe aortic or MR


 

Penyebab

Penyebab paling sering adalah infark miokard akut dan gangguan mekanisme atau struktur jantung seperti : Kerusakan seputum ventrikel, ruptur otot papilaris.


 

Gambaran Klinis

  • Pasien gelisah, keringat dingin, akral dingin
  • Tekanan darah sistolik < 90 mmHg
  • Takhikardia
  • Penurunan kesadaran
  • Pulsasi arteri perifer lemah
  • Penurunan produksi urin output < 0,5 cc/kg BB/J


 

Pathophysiology


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Pathophysiology


 


 


 


 

Penatalaksanaan

  • Pendekatan pengobatan
    • Membatasi luas infark dengan pengobatan dini melalui:
      • reperfusi (terapi trombolitik)
      • revaskularisasi (angioplasti primer)
    • Memperbaiki curah jantung dan tekanan darah dengan titrasi obat-obat inotropik seperti:
      • Dopamin
      • Dobutamin
      • Vasopressor
    • Inotropik tidak respon dilakukan pemasangan IABP
    • Bila semua cara stabilisasi hemodinamik gagal, maka perlu dilakukan tindakan pembedahan lebih dini.


 

Contoh IABP


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Contoh PCI (Percutaneous Coronary Intervention)


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Percutaneous Coronary Intervention


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

  • Pendekatan keperawatan

Pengkajian :

  • Pemeriksaan fisik
    • tanda-tanda syok kardiogenik
  • Pemeriksaan Penunjang
    • EKG      : Gambaran Infark akut jelas
    • Rö Thorak      : Kardiomegali dengan tanda-tanda bendungan.
    • Laboratorium : Serial enzym (CK, CKMB) meningkat


     

Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan pasien syok kardiogenik dapat timbul anatra lain:

  • Penurunan curah jantung b.d. gangguan kontraktilitas otot jantung.
  • Nyeri dada b.d. iskemi otot jantung.
  • Gangguan pertukaran gas b.d. gangguan ventilasi-perfusi.
  • Intoleransi aktivitas b.d. Ketidakseimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan miokard jantung.
  • Cemas b.d. proses penyakit.


 

Tujuan yang ingin dicapai :

  • Curah jantung adekuat
  • Pola nafas efektif.
  • Nyeri dada hilang.
  • Pertukaran gas diparu baik.
  • Pasien dapat melakukan aktivitas tanpa sesak.
  • Cemas hilang atau berkurang


 

Intervensi Keperawatan

  • Observasi tanda-tanda vital, parameter hemodinamik setiap 15 menit atau sesuai dengan kondisi pasien.
  • Kaji derajat nyeri dada (dengan menggunakan skala nyeri 1 - 10).
  • Observasi pola nafas dan auskultasi paru.
  • Beri oksigen konsentrasi tinggi untuk mempertahankan saturasi oksigen lebih dari 90 %.
  • Monitor perfusi jaringan perifer.
  • Monitor irama jantung secara terus-menerus, kaji irama dan dokumentasikan adanya perubahan.
  • Beri titrasi obat-obat inotropik untuk mempertahankan perfusi sesuai dengan program pengobatan.
  • Kolaborasi untuk pemeriksaan penunjang:laboratorium dan rontgen.
  • Monitor status cairan pasien.
  • Monitor urine output (kolaborasi untuk pemasangan kateter urine).
  • Ciptakan suasana yang tenang, jelaskan kondisi pasien dan tindakan yang akan dilakukan, tingkatkan support system.
  • Siapkan trolly Emergency dan pemasangan IABP, jika perlu.


 

Kesimpulaan

  1. Pasien infark akut dengan syok kardiogenik yang mengancam atau telah terjadi, pemberiaan reperfusi dengan trombolitik atau revaskularisasi dengan angioplasti primer sangat bermanfaat bila tindakan ini dilakukan sedini mungkin dan oleh ahlinya.
  2. Untuk memperbaiki tekanan darah diberikan terapi inotropik seperti dopamin dan dobutamin, bila inotropik tidak ada respon dapat dilakukan pemasangan IABP.
  3. Bila semua cara stabilisasi hemodinamik gagal, maka pembedahan perlu dilakukan secara dini.
  4. Dengan menggunakan pendekatan perawatan yang profesional dan seluruh anggota tim dapat bekerja sama dengan baik maka akan memberikan hasil yang lebih baik bagi pelayanan terhadap pasien.