Pengertian
Peningkatan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan diastolik diatas 90 mmHg
Penyebab
Pathofisiologi
Circulating vasoaktive substansi spt angiotensin II, epineprin dan hormon anti natriuretik
â
SVR ↑
â
Necrosis fibrinoid arteriol
â
·Kerusakan endotel, dipososi fibrin, & trombosite
·kehilangan auto regulasi
â
Iskemi organ Target
Gejala Klins
Retinal: Haemorragie, papiledema, pandagan kabur
Kesadaran: binggung, somnolent, stupor, koma
SSP: Sakit kepala, Pelo, kelumpuhan, stroke
Kardiovaskuler: Diastolik > 120-130 mmHg, pembesaran jantung, gagal jantung
Perkemihan: Oliguri, haematuri, nocturia, Gagal ginjal
GIT: Anorexia, nausea, vomiting
Pengertian Hipertensi Krisis
Terjadinya peningkatan yang sangat tinggi dimana tekanan darah diastolik melebihi 120 mmHg - 130 mmHg.
Tipe Hipertensi Krisis
Emergensi
Hipertensi acut membahayakan jiwa dapat menyebabkan kerusakan organ target , otak, jantung , ginjal.
Urgensi
Tanpa kerusakan organ target dan tak perlu dirawat.
Assesment
Data Subyektif
Data Objektif
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang
CT-Scan otak
Diagnosa Keperawatan
Gangguan perfusi cerebral berhubungan dengan penurunan aliran darah skunder PTIK
Gangguan perfusi jaringan, renal berhubungan dengan hipertensi
Pertukaran gas tidak efektif berhubungan dengan kongestif paru skunder gagal jantung, IMA, kelebihan volume cairan
Kecemasan/ketakutan berhubungan perubahan status kesehatan
Tujuan
CO adequat
Pola nafas efektif
Nyeri/tidak nyaman hilang
Tak ada sumbatan jalan napas
TD terkontrol
Pasien partisivasi pada aktivitas yang diinginkan
Tak ada kerusakan organ target
Tak ada kerusakan organ target
Rencana Tindakan
Cek kesadaran
Jaga kepatenan jalan nafas
Berikan Oksigen bila diperlukan
Pasang IV line dengan NaCl 0,9%
Berikan obat-obat anti hipertensi
Pasang monitor jantung
Amati warna kulit dan kelembaban, temp, dan waktu pengisian kapiler
Perhatikan kalau ada odema
Monitor kwalitas dan frekuensi pulsasi nadi
Auskultasi jantung dan paru