Produk Terbaru

sdit alam alhikmahSDIT ALAM ALHIKMAH Bingung mencari sekolah untuk anak tersayang anda??? sekolah alam sekarang bisa menjadi pilihan menarik bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,

Selengkapnya

winnetWINNET WINNET. segala kebutuhan komputer anda dapat temukan disini Anda bingung mencari komputer untuk memenuhi kebutuhan harian anda???

Selengkapnya

conto postingConto Posting Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

conto postingConto Posting Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

gela-geloGela-Gelo Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

Jumat, 29 Januari 2010

HIPERTENSI KRISIS(gypta)

Pengertian

Peningkatan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan diastolik diatas 90 mmHg


 

Penyebab

  • Obesitas
  • Merokok
  • Stress
  • Intake Sodium yang Tinggi
  • Serum lipide yang meningkat
  • Gangguan emosi


 

Pathofisiologi


 


 

Circulating vasoaktive substansi spt angiotensin II, epineprin dan hormon anti natriuretik

â


 

SVR ↑

â

Necrosis fibrinoid arteriol

â

·Kerusakan endotel, dipososi fibrin, & trombosite

·kehilangan auto regulasi

â

Iskemi organ Target


 


 

Gejala Klins


 

  • Retinal: Haemorragie, papiledema, pandagan kabur
  • Kesadaran: binggung, somnolent, stupor, koma
  • SSP: Sakit kepala, Pelo, kelumpuhan, stroke
  • Kardiovaskuler: Diastolik > 120-130 mmHg, pembesaran jantung, gagal jantung
  • Perkemihan: Oliguri, haematuri, nocturia, Gagal ginjal
  • GIT: Anorexia, nausea, vomiting


 

Pengertian Hipertensi Krisis

Terjadinya peningkatan yang sangat tinggi dimana tekanan darah diastolik melebihi 120 mmHg - 130 mmHg.


 

Tipe Hipertensi Krisis

  1. Emergensi

    Hipertensi acut membahayakan jiwa dapat menyebabkan kerusakan organ target , otak, jantung , ginjal.

  2. Urgensi

    Tanpa kerusakan organ target dan tak perlu dirawat.


     

Assesment


 

  • Data Subyektif
    • Riwayat Penyakit Sekarang
      • Sakit kepala
      • Pusing
      • Gangguan penglihatan
      • Nyeri dada
      • Gagal Jantung
      • Tidak ada keluhan
    • Riwayat Medik
      • Hipertensi (tidak kontrol, berhenti minum obat)
      • Penyakit ginjal
      • Eklamsia
      • Hipertensi terkait penggunaan pil kontrasepsi


       

  • Data Objektif
    • Pemeriksaan fisik
      • Tekanan Diastolik > 130 mmHg – 140 mmHg
      • Retinopati
        • Perdarahan or exudate pada retina
        • Papil edema
      • Perubahan status neurologi
        • Tanda-tanda PTIK
        • Kejang
        • Mengantuk, bingung, letargi, stupor dapat berkembang ke koma
        • Hemiparese
      • Perubahan status cardiac
        •     Nadi apikal yang jelas
        •     S3, S4
        •     Suara paru ronki basah
      • Oliguria
    • Pemeriksaan penunjang
      • ektrolit serum, creatinin, BUN
      • Urinalysis
      • Foto thorax
      • EKG 12 – 15 lead
        • Iskemia
        • Deviasi axis
        • Hypertropi ventrikel kiri
        • Gelombang ST or T abnormal
    • CT-Scan otak


 

Diagnosa Keperawatan

  • Gangguan perfusi cerebral berhubungan dengan penurunan aliran darah skunder PTIK
  • Gangguan perfusi jaringan, renal berhubungan dengan hipertensi
  • Pertukaran gas tidak efektif berhubungan dengan kongestif paru skunder gagal jantung, IMA, kelebihan volume cairan
  • Kecemasan/ketakutan berhubungan perubahan status kesehatan


 

Tujuan

  1. CO adequat
  2. Pola nafas efektif
  3. Nyeri/tidak nyaman hilang
  4. Tak ada sumbatan jalan napas
  5. TD terkontrol
  6. Pasien partisivasi pada aktivitas yang diinginkan
  7. Tak ada kerusakan organ target
  8. Tak ada kerusakan organ target


 


 


 


 


 

Rencana Tindakan

  1. Cek kesadaran
  2. Jaga kepatenan jalan nafas
  • Oral/nasal tube
  • ETT
  1. Berikan Oksigen bila diperlukan
  2. Pasang IV line dengan NaCl 0,9%
  3. Berikan obat-obat anti hipertensi
  4. Pasang monitor jantung
  5. Amati warna kulit dan kelembaban, temp, dan waktu pengisian kapiler
  6. Perhatikan kalau ada odema
  7. Monitor kwalitas dan frekuensi pulsasi nadi
  8. Auskultasi jantung dan paru


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar