Produk Terbaru

sdit alam alhikmahSDIT ALAM ALHIKMAH Bingung mencari sekolah untuk anak tersayang anda??? sekolah alam sekarang bisa menjadi pilihan menarik bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,

Selengkapnya

winnetWINNET WINNET. segala kebutuhan komputer anda dapat temukan disini Anda bingung mencari komputer untuk memenuhi kebutuhan harian anda???

Selengkapnya

conto postingConto Posting Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

conto postingConto Posting Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

gela-geloGela-Gelo Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

Rabu, 02 Desember 2009

ASKEP KLIEN HIPERTIROIDISME

ASKEP KLIEN HIPERTIROIDISME ASKEP KLIEN HIPERTIROIDISME ASKEP KLIEN HIPERTIROIDISME ASKEP KLIEN HIPERTIROIDISME

A. Definisi

Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid karena ini berhubungan dengan suatu kompleks fisiologis dan biokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan memberikan hormon tiroid berlebihan. Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksi tiroid, yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan.

Hipertiroidisme (Hyperthyrodism) adalah keadaan disebabkan oleh kelenjar
tiroid bekerja secara berlebihan sehingga menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan di dalam darah.

Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme yang paling berat mengancam jiwa, umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik, dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi, operasi, trauma, zat kontras beriodium, hipoglikemia, partus, stress emosi, penghentian obat anti tiroid, ketoasidosis diabetikum, tromboemboli paru, penyakit serebrovaskular/strok, palpasi tiroid terlalu kuat.

1. Apakah itu tiroid ?

Kelenjar Tiroid adalah sejenis kelenjar endokrin yang terletak di bagian bawah depan leher yang memproduksi hormon tiroid dan hormon calcitonin.

2. Hormon Tiroid

Hormon yang terdiri dari asam amino yang mengawal kadar metabolisme

Penyakit Grave, penyebab tersering hipertiroidisme, adalah suatu penyakit otoimun yang biasanya ditandai oleh produksi otoantibodi yang memiliki kerja mirip TSH pada kelenjar tiroid. Otoantibodi IgG ini, yang disebut immunooglobulin perangsang tiroid (thyroid-stimulating immunoglobulin), meningkatkan pembenftukan HT, tetapi tidak mengalami umpan balik negatif dari kadar HT yang tinggi. Kadar TSH dan TRH rendah karena keduanya berespons terhadap peningkatan kadar HT. Penyebab penyaldt Grave tidak diketahui, namun tampaknya terdapat predisposisi genetik terhadap penyakit otoimun, Yang paling sering terkena adalah wanita berusia antara 20an sampai 30an. Gondok nodular adalah peningkatan ukuran kelenjar tiroid akibat peningkatan kebutuhan akan hormon tiroid. Peningkatan kebutuhan akan hormon tiroid terjadi selama periode pertumbuhan atau kebutuhan metabolik yang tinggi misalnya pada pubertas atau kehamilan. Dalarn hal ini, peningkatan HT disebabkan oleh pengaktivan hipotalamus yang didorong oleh proses metabolisme tubuh sehingga disertai oleh peningkatan TRH dan TSH. Apabila kebutuhan akan hormon tiroid berkurang, ukuran kelenjar tiroid biasanya kembali ke normal. Kadang-kadang terjadi perubahan yang ireversibel dan kelenjar tidak dapat mengecil. Kelenjar yang membesar tersebut dapat, walaupun tidak selalu, tetap memproduksi HT dalm jumlah berlebihan. Apabila individu yang bersangkutan tetap mengalami hipertiroidisme, maka keadaan ini disebut gondok nodular toksik. Dapat terjadi adenoma, hipofisis sel-sel penghasil TSH atau penyakit hipotalamus, walaupun jarang.

B. Klasifikasi

Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) di bagi dalam 2 kategori:

1. Kelainan yang berhubungan dengan Hipertiroidisme

2. Kelainan yang tidak berhubungan dengan Hipertiroidisme

C. Penyebab

Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau hipotalamus. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya.

Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambamn kadar HT dan TSH yang finggi. TRF akan Tendah karena uinpan balik negatif dari HT dan TSH. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang finggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan.

1. Penyebab Utama

a. Penyakit Grave

b. Toxic multinodular goitre

c. ''Solitary toxic adenoma''

2. Penyebab Lain

a. Tiroiditis

b. Penyakit troboblastis

c. Ambilan hormone tiroid secara berlebihan

d. Pemakaian yodium yang berlebihan

e. Kanker pituitari

f. Obat-obatan seperti Amiodarone

D. Gejala-gejala

1. Peningkatan frekuensi denyut jantung

2. Peningkatan tonus otot, tremor, iritabilitas, peningkatan kepekaan terhadap katekolamin Askep Klien Hipertiroidisme

3. Peningkatan laju metabolisme basal, peningkatan pembentukan panas, intoleran terhadap panas, keringat berlebihan

4. Penurunan berat, peningkatan rasa lapar (nafsu makan baik)

5. Peningkatan frekuensi buang air besar

6. Gondok (biasanya), yaitu peningkatan ukuran kelenjar tiroid

7. Gangguan reproduksi

8. Tidak tahan panas

9. Cepat letih

10. Tanda bruit

11. Haid sedikit dan tidak tetap

12. Pembesaran kelenjar tiroid

13. Mata melotot (exoptalmus

E. Diagnosa

Diagnosa bergantung kepada beberapa hormon berikut ini :

Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4), TSH, dan TRH akan memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid.

1. TSH(Tiroid Stimulating Hormone)

2. Bebas T4 (tiroksin)

3. Bebas T3 (triiodotironin)

4. Diagnosa juga boleh dibuat menggunakan ultrabunyi untuk memastikan pembesaran kelenjar tiroid

5. Tiroid scan untuk melihat pembesaran kelenjar tiroid

6. Hipertiroidisme dapat disertai penurunan kadar lemak serum

7. Penurunan kepekaan terhadap insulin, yang dapat menyebabkan hiperglikemia

F. Komplikasi

Komplikasi hipertiroidisme yang dapat mengancam nyawa adalah krisis tirotoksik (thyroid storm). Hal ini dapat berkernbang secara spontan pada pasien hipertiroid yang menjalani terapi, selama pembedahan kelenjar tiroid, atau terjadi pada pasien hipertiroid yang tidak terdiagnosis. Akibatnya adalah pelepasan HT dalam jumlah yang sangat besar yang menyebabkan takikardia, agitasi, tremor, hipertermia (sampai 106 oF), dan, apabila tidak diobati, kematian Penyakit jantung Hipertiroid, oftalmopati Graves, dermopati Graves, infeksi karena agranulositosis pada pengobatan dengan obat antitiroid. Krisis tiroid: mortalitas

G. Penatalaksanaan

1. Konservatif

Tata laksana penyakit Graves

a. Obat Anti-Tiroid. Obat ini menghambat produksi hormon tiroid. Jika dosis berlebih, pasien mengalami gejala hipotiroidisme.Contoh obat adalah sebagai berikut :

1) Thioamide Askep Klien Hipertiroidisme

2) Methimazole dosis awal 20 -30 mg/hari

3) Propylthiouracil (PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari, dosis maksimal 2.000 mg/hari

4) Potassium Iodide

5) Sodium Ipodate

6) Anion Inhibitor

b. Beta-adrenergic reseptor antagonist. Obat ini adalah untuk mengurangi gejala-gejala hipotiroidisme. Contoh: Propanolol

Indikasi :

a. Mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis

b. Untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif

c. Persiapan tiroidektomi

d. Pasien hamil, usia lanjut

e. Krisis tiroid

Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan, sementara menunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. Propanolol dosis 40-200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan, pasien kontrol setelah 4-8 minggu. Setelah eutiroid, pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis, serta Lab.FT4/T4/T3 dan TSHs. Setelah tercapai eutiroid, obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan dipertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. Kemudian pengobatan dihentikan , dan di nilai apakah tejadi remisi. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan, pasien masih dalam keadaan eutiroid, walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps.

2. Surgical

a. Radioaktif iodine.

Tindakan ini adalah untuk memusnahkan kelenjar tiroid yang hiperaktif

b. Tiroidektomi.

Tindakan Pembedahan ini untuk mengangkat kelenjar tiroid yang membesar


 

ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN

Konsep asuhan keperawatan pada klien hipertiroidisme merujuk pada konsep yang dikutip dari Doenges (2000), seperti dibawah ini :

A. Pengkajian

1. Aktivitas atau istirahat

a. Gejala : Imsomnia, sensitivitas meningkat, Otot lemah, gangguan koordinasi, Kelelahan berat

b. Tanda : Atrofi otot

2. Sirkulasi

a. Gejala : Palpitasi, nyeri dada (angina)

b. Tanda : Distritmia (vibrilasi atrium), irama gallop, murmur, Peningkatan tekanan darah dengan tekanan nada yang berat. Takikardia saat istirahat. Sirkulasi kolaps, syok (krisis tirotoksikosis)

3. Eliminasi

Gejala : Perubahan pola berkemih ( poliuria, nocturia), Rasa nyeri / terbakar, kesulitan berkemih (infeksi), Infeksi saluran kemih berulang, nyeri tekan abdomen, Diare, Urine encer, pucat, kuning, poliuria ( dapat berkembang menjadi oliguria atau anuria jika terjadi hipovolemia berat), urine berkabut, bau busuk (infeksi), Bising usus lemah dan menurun, hiperaktif ( diare )

4. Integritas / Ego

a. Gejala : Stress, tergantung pada orang lain, Masalah finansial yang berhubungan dengan kondisi.

b. Tanda : Ansietas peka rangsang

5. Makanan / Cairan

a. Gejala : Hilang nafsu makan, Mual atau muntah. Tidak mengikuti diet : peningkatan masukan glukosa atau karbohidrat, penurunan berat badan lebih dari periode beberapa hari/minggu, haus, penggunaan diuretik ( tiazid )

b. Tanda : Kulit kering atau bersisik, muntah, Pembesaran thyroid ( peningkatan kebutuhan metabolisme dengan pengingkatan gula darah ), bau halitosis atau manis, bau buah ( napas aseton)

6. Neurosensori

a. Gejala : Pusing atau pening, sakit kepala, kesemutan, kebas, kelemahan pada otot parasetia, gangguan penglihatan

b. Tanda : Disorientasi, megantuk, lethargi, stupor atau koma ( tahap lanjut), gangguan memori ( baru masa lalu ) kacau mental. Refleks tendon dalam (RTD menurun; koma). Aktivitas kejang ( tahap lanjut dari DKA)

7. Nyeri / Kenyamanan

Gejala : Abdomen yang tegang atau nyeri (sedang / berat), Wajah meringis dengan palpitasi, tampak sangat berhati-hati.

8. Pernapasan

a. Gejala : Merasa kekurangan oksigen, batuk dengan / tanpa sputum purulen (tergantung adanya infeksi atau tidak)

b. Tanda : sesak napas, batuk dengan atau tanpa sputum purulen (infeksi), frekuensi pernapasan meningkat Askep Klien Hipertiroidisme

9. Keamanan

a. Gejala : Kulit kering, gatal, ulkus kulit

b. Tanda : Demam, diaforesis, kulit rusak, lesi atau ulserasi, menurunnya kekuatan umum / rentang gerak, parastesia atau paralysis otot termasuk otot-otot pernapasan (jika kadar kalium menurun dengan cukup tajam )

10. Seksualitas

a. Gejala : Rabas wanita ( cenderung infeksi ), masalah impotent pada pria ; kesulitan orgasme pada wanita

b. Tanda : Glukosa darah : meningkat 100-200 mg/ dl atau lebih. Aseton plasma : positif secara menjolok. Asam lemak bebas : kadar lipid dengan kolosterol meningkat


 

B. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada klien yang mengalami hipertiroidisme adalah sebagai berikut :

1. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan hipertiroid tidak terkontrol, keadaan hipermetabolisme, peningkatan beban kerja jantung

2. Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi

3. Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan metabolisme (peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan penurunan berat badan)

4. Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan perubahan mekanisme perlindungan dari mata ; kerusakan penutupan kelopak mata/eksoftalmus.

5. Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis; status hipermetabolik.

6. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi.

7. Risiko tinggi perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan fisiologik, peningkatan stimulasi SSP/mempercepat aktifitas mental, perubahan pola tidur

C. Perencanaan / Intervensi.

1. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan hipertiroid tidak terkontrol, keadaan hipermetabolisme, peningkatan beban kerja jantung

Tujuan :Klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan kriteria : 1) Nadi perifer dapat teraba normal. 2) Vital sign dalam batas normal. 3) Pengisian kapiler normal 4) Status mental baik 5) Tidak ada disritmia

Intervensi :

a. Pantau tekanan darah pada posisi baring, duduk dan berdiri jika memungkinkan. Perhatikan besarnya tekanan nadi

Rasional : Hipotensi umum atau ortostatik dapat terjadi sebagai akibat dari vasodilatasi perifer yang berlebihan dan penurunan volume sirkulasi

b. Periksa kemungkinan adanya nyeri dada atau angina yang dikeluhkan pasien.

Rasional : Merupakan tanda adanya peningkatan kebutuhan oksigen oleh otot jantung atau iskemia

c. Auskultasi suara nafas. Perhatikan adanya suara yang tidak normal (seperti krekels)

Rasional : S1 dan murmur yang menonjol berhubungan dengan curah jantung meningkat pada keadaan hipermetabolik

d. Observasi tanda dan gejala haus yang hebat, mukosa membran kering, nadi lemah, penurunan produksi urine dan hipotensi

Rasional : Dehidrasi yang cepat dapat terjadi yang akan menurunkan

volume sirkulasi dan menurunkan curah jantung

e. Catat masukan dan haluaran Askep Klien Hipertiroidisme

Rasional : Kehilangan cairan yang terlalu banyak dapat menimbulkan dehidrasi berat

2. Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi

Tujuan : Klien akan mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan tingkat energi

Intervensi :

a. Pantau tanda vital dan catat nadi baik istirahat maupun saat aktivitas.

Rasional : Nadi secara luas meningkat dan bahkan istirahat , takikardia mungkin ditemukan

b. Ciptakan lingkungan yang tenang

Rasional : Menurunkan stimulasi yang kemungkinan besar dapat menimbul-kan agitasi, hiperaktif, dan imsomnia

c. Sarankan pasien untuk mengurangi aktivitas

Rasional : Membantu melawan pengaruh dari peningkatan metabolisme

d. Berikan tindakan yang membuat pasien merasa nyaman seperti massage

Rasional : Meningkatkan relaksasi

3. Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan metabolisme (peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan penurunan berat badan)

Tujuan : Klien akan menunjukkan berat badan stabil dengan kriteria :

a. Nafsu makan baik.

b. Berat badan normal

c. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi

Intervensi :

a. Catat adanya anoreksia, mual dan muntah

Rasional : Peningkatan aktivitas adrenergic dapat menyebabkan gangguan sekresi insulin/terjadi resisten yang mengakibatkan hiperglikemia

b. Pantau masukan makanan setiap hari, timbang berat badan setiap hari

Rasional : Penurunan berat badan terus menerus dalam keadaan masukan kalori yang cukup merupakan indikasi kegagalan terhadap terapi antitiroid

c. kolaborasi untuk pemberian diet tinggi kalori, protein, karbohidrat dan vitamin

Rasional : Mungkin memerlukan bantuan untuk menjamin pemasukan zat-zat makanan yang adekuat dan mengidentifikasi makanan pengganti yang sesuai

4. Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan perubahan mekanisme perlindungan dari mata; kerusakan penutupan kelopak mata/eksoftalmus

Tujuan : Klien akan mempertahankan kelembaban membran mukosa mata, terbebas dari ulkus

Intervensi :

a. Observasi adanya edema periorbital

Rasional : Stimulasi umum dari stimulasi adrenergik yang berlebihan

b. Evaluasi ketajaman mata

Rasional : Oftalmopati infiltratif adalah akibat dari peningkatan jaringan retro-orbita

c. Anjurkan pasien menggunakan kaca mata gelap Askep Klien Hipertiroidisme

Rasional : Melindungi kerusakan kornea

d. Bagian kepala tempat tidur ditinggikan

Rasional : Menurunkan edema jaringan bila ada komplikasi

5. Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis; status hipermetabolik

Tujuan : Klien akan melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat dapat diatasi dengan kriteria : Pasien tampak rileks

Intervensi :

a. Observasi tingkah laku yang menunjukkan tingkat ansietas

Rasional : Ansietas ringan dapat ditunjukkan dengan peka rangsang dan imsomnis

b. Bicara singkat dengan kata yang sederhana

Rasional : Rentang perhatian mungkin menjadi pendek , konsentrasi berkurang, yang membatasi kemampuan untuk mengasimilasi informasi

c. Jelaskan prosedur tindakan

Rasional : Memberikan informasi yang akurat yang dapat menurunkan kesalahan interpretasi

d. Kurangi stimulasi dari luar

Rasional : Menciptakan lingkungan yang terapeutik

6. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi

Tujuan : Klien akan melaporkan pemahaman tentang penyakitnya dengan kriteria Mengungkapkan pemahaman tentang penyakitnya

Intervensi :

a. Tinjau ulang proses penyakit dan harapan masa depan

Rasional : Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat menentukan pilihan berdasarkana informasi

b. Berikan informasi yang tepat

Rasional : Berat ringannya keadaan, penyebab, usia dan komplikasi yang muncul akan menentukan tindakan pengobatan

c. Identifikasi sumber stress

Rasional : Faktor psikogenik seringkali sangat penting dalam memunculkan/eksaserbasi dari penyakit ini

d. Tekankan pentingnya perencanaan waktu istirahat

Rasional : Mencegah munculnya kelelahan

e. Berikan informasi tanda dan gejala dari hipotiroid

Rasional : Pasien yang mendapat pengobatan hipertiroid besar kemungkinan

mengalami hipotiroid yang dapat terjadi segera setelah pengobatan selama 5 tahun kedepan

7. Risiko tinggi perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan fisiologik, peningkatan stimulasi SSP/mempercepat aktifitas mental, perubahan pola tidur

Tujuan : Mempertahankan orientasi realitas umumnya, mengenali perubahan dalam berpikir/berprilaku dan faktor penyebab.

Intervensi :

a. Kaji proses pikir pasien seperti memori, rentang perhatian, orientasi terhadap tempat, waktu dan orang

Rasional : Menentukan adanya kelainan pada proses sensori Askep Klien Hipertiroidisme

b. Catat adanya perubahan tingkah laku

Rasional :Kemungkinan terlalu waspada, tidak dapat beristirahat, sensitifitas meningkat atau menangis atau mungkin berkembang menjadi psikotik yang sesungguhnya

c. kaji tingkat ansietas

Rasional :Ansietas dapat merubah proses pikir

d. Ciptakan lingkungan yang tenang, turunkan stimulasi lingkungan

Rasional :Penurunan stimulasi eksternal dapat menurunkan hiperaktifitas/refleks, peka rangsang saraf, halusinaso pendengara.

e. Orientasikan pasien pada tempat dan waktu

Rasional :Membantu untuk mengembangkan dan mempertahankan kesadaran pada realita/lingkungan

f. Anjurkan keluarga atau orang terdekat lainnya untuk mengunjungi klien.

Rasional :Membantu dalam mempertahankan sosialisasi dan orientasi pasien.

g. Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi seperti sedatif/tranquilizer, atau obat anti psikotik.

Rasional :Meningkatkan relaksasi, menurunkan hipersensitifitas saraf/agitasi untuk meningkatkan proses pikir.

D. Evaluasi

Hasil yang diharapkan adalah :

1. Klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh

2. Klien akan mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan tingkat energi

3. Klien akan menunjukkan berat badan stabil

4. Klien akan mempertahankan kelembaban membran mukosa mata, terbebas dari ulkus

5. Klien akan melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat dapat diatasi

6. Klien akan melaporkan pemahaman tentang penyakitnya

7. Mempertahankan orientasi realitas umumnya, mengenali perubahan dalam berpikir/berprilaku dan faktor penyebab


 

Reference

1. Bare & Suzanne, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Volume 2, (Edisi 8), EGC, Jakarta

2. Carpenito, 1999, Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, (Edisi 2), EGC, Jakarta

3. Corwin,. J. Elizabeth, 2001, Patofisiologi, EGC, Jakarta

4. Doenges, E. Marilynn dan MF. Moorhouse, 2001, Rencana Asuhan Keperawatan, (Edisi III), EGC, Jakarta.

5. FKUI, 1979, Patologi, FKUI, Jakarta Askep Klien Hipertiroidisme

6. Ganong, 1997, Fisiologi Kedokteran, EGC, Jakarta

7. Gibson, John, 2003, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, EGC, Jakarta

8. Guyton dan Hall, 1997, Fisiologi Kedokteran, (Edisi 9), EGC, Jakarta

9. Hinchliff, 1999, Kamus Keperawatan, EGC, Jakarta

10. Price, S. A dan Wilson, L. M, 1995, Patofisiologi, EGC, Jakarta

11. Sherwood, 2001, Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem, (edisi 21), EGC, Jakarta

12. Sobotta, 2003, Atlas Anatomi, (Edisi 21), EGC, Jakart

Jumat, 19 Juni 2009


Displasia : hilangnya keseragaman sel individu ex; endometrial kanker,adalah merujuk kepada pembentukan dan perkembangan sel secara tidak beraturan. fenomena ini mungkin diiringi dengan metaplasia
skuama seperti dalam bronkus atau serviks dan hiperplasia epitelium skuama hasil dari pengasalan kepada cahaya matahari. antara perubahan yang berlaku termasuklah peningkatan mitosis, penghasilan sel yang tidak normal dan sel bercenderung menyimpang daripada susunan asal. pembentukan dan bagaimana displasia terjadi masih tidak diketahui tetapi sentiasa berasosiasi dengan bermulanya malignan dan displasia seringkali ditemui dalam epitelium serviks uterus

Metaplasia: pertumbuhan sel abnormal yang terkendali, pada sel pernapasan, adalah melibatkan perubahan yang berlaku ke atas tisu yang telah mengalami perbedaan pada berbagai bentuk, selalunya dari kelas yang sama tetapi tidak mengkhusus. biasanya metaplasia berlaku pada lapisan epitelium
kelenjar dan tisu perantara, seringkali berasosiasi dengan hiperplasia. Metaplasia adalah suatu mekanisme
adaptasi. pengasalan dari berpanjangan bronkus kepada asap rokok membawa kepada metaplasia skuama pada epitelium bronkial. proses ini adalah berbalik sepenuhnya. bila rangsangan seperti aktivitas merokok dihentikan epitelium metaplastik kemungkinan dapat kembali normal

Hyperplasia jumlah sel bertambah pada (or "hypergenesis") is a general term referring to the proliferation of cells within an organ or tissue beyond that which is ordinarily seen (e.g. constantly dividing cells). Hyperplasia may result in the gross enlargement of an organ, the formation of a benign tumor, or may be visible only under a microscope. Hyperplasia is different from hypertrophy that the adaptive cell change in hypertrophy is by increased cellular size only unlike in hyperplasia by increased cellular number.

accretionary: peningkatan kompak jaringaniinterseluler

Multiplikatif Penambahan jumlah sel oleh pembelahan sel melalui mitosis

Auksetik Peningkatan ukuran sel

Accretionary Peningkatan komponen jaringan inter seluler

Campuran Pola campuran dengan arah dan kecepatan yang berbeda

derajat deferensiasi : proses perkembangan sel menjadi sel dengan fungsi /morfologi yang berbeda dari sel asal

involusi: uterus yang mengecil setelah melahirkan

stadium: T tumor, N nodus/ kelenjar getah bening regional, M metastasis

limfoma:

neoplasma kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya & tidak berguna bagi tubuh

Senin, 01 Juni 2009

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR PDK

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR PDK

Ns. Giyanto, S.Kep 080509

8 Keterampilan Dasar

§ Bertanya

§ Memberi Penguatan

§ Mengadakan Variasi

§ Menjelaskan

§ Membuka dan Menutup Pelajaran

§ Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

§ Mengelola Kelas

§ Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan

3 Cara Menguasai

Mempelajari dan mendiskusikan tiap keterampilan

Menerapkan keterampilan dalam pengajaran mikro

Menerapkan keterampilan dalam praktik mengajar

Membuka dan Menutup Pelajaran

Pengertian

Ø Membuka: mengawali pelajaran

Ø Menutup: mengakhiri pelajaran

Tujuan

Ø Membangkitkan motivasi dan perhatian

Ø Membuat mahasiswa memahami batas tugasnya

Ø Membantu memahami hubungan antar materi

Ø Membantu mengetahui tingkat keberhasilan

Membuka Pelajaran

§ Komponen

Ø Menarik perhatian: gaya mengajar, media, perubahan pola interaksi.

Ø Menimbulkan motivasi: hangat, antusias, menimbulkan rasa ingin tahu, memperhatikan minat.

Ø Memberikan acuan: menetapkan tujuan, menyarankan langkah-langkah, mengajukan pertanyaan.

Ø Membuat kaitan: appersepsi, mengkaji ulang pelajaran yang lalu

Menutup Pelajaran

§ Komponen

Ø Meninjau kembali: merangkum / membuat ringkasan

Ø Mengevaluasi: meminta redemonstrasi keterampilan,mengaplikasikan ide, mengekspresikan pendapat, memberikan soal-soal tertulis.

Ø Memberikan tindak lanjut: PR, merancang sesuatu, berkunjung ke suatu tempat

Keterampilan Bertanya

§ Komponen Bertanya Dasar:

Ø mengungkapkan pertanyaan secara jelas, singkat

Ø memberi acuan

Ø memusatkan perhatian

Ø menyebarkan pertanyaan / memindahkan giliran

Ø memberikan waktu berpikir

§ Komponen Bertanya Lanjut:

Ø mengubah tuntutan tingkat kognitif

Ø mengatur urutan pertanyaan

Ø menggunakan pertanyaan pelacak (klarifikasi)

Ø meningkatkan interaksi (minta siswa lain menjawab)

Keterampilan Menjelaskan

§ Tujuan:

Ø Membimbing siswa: memahami konsep dan berfikir

Ø Mendapat balikan dari siswa

§ Komponen:

Ø Merencanakan penjelasan: materi, karakteristik penerima.

Ø Menyajikan penjelasan: kejelasan, contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, balikan

Memberi Penguatan

§ Jenis

Ø Verbal: dengan kata-kata

Ø Non Verbal: mimik, sentuhan, simbol / benda

§ Prinsip Penggunaan

Ø Hangat dan Antusias

Ø Bermakna

Ø Hindari respon negatif

Ø Jelas sasaran

Ø Segera

Ø Bervariasi

Mengadakan Variasi

§ Variasi Gaya Mengajar

Ø Suara, pemusatan perhatian, silence, kontak pandang, gerakan badan dan mimik, posisi.

§ Variasi Media

Ø Visual, audio, taktil.

§ Variasi Pola Interaksi

Ø Klasikal, kelompok, perorangan, diskusi, latihan, demonstrasi

Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

§ Memusatkan perhatian

Ø Fokus pada tujuan / masalah diskusi.

§ Memperjelas masalah

Ø Klarifikasi pendapat.

§ Menganalisis pandangan peserta

Ø Reasoning pendapat

§ Meningkatkan kontribusi peserta

Ø Memancing, memberi waktu, mendengarkan.

§ Menyebarkan kesempatan berpartisipasi

Ø Memberi kesempatan merata, mencegah monopoli

§ Menutup diskusi

Ø Merangkum hasil, tindak lanjut, menilai proses

Mengelola Kelas

§ Penciptaan kondisi belajar optimal:

Ø Menunjukkan sikap tanggap

Ø Membagi perhatian secara visual dan verbal

Ø Menegur secara bijaksana

Ø Memberi penguatan bila perlu

§ Pengendalian kondisi yang optimal:

Ø Modifikasi tingkah laku: reward and punishment

Ø Melibatkan proses kelompok

Ø Menemukan dan mengatasi tingkah laku yang menimbulkanmasalah

Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan

§ Mengadakan pendekatan personal

Ø Tanggap, empati, trust, siap membantu

§ Mengorganisasikan kegiatan

Ø Membentuk kelompok, koordinasi kegiatan

§ Membimbing dan memudahkan belajar

Ø Penguatan, supervisi

§ Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran

Ø Planning-implementing-evaluating

Minggu, 31 Mei 2009

Dasar-Dasar Komunikasi

Dasar-Dasar Komunikasi
Oleh: Ns. Giyanto, S.Kep

 

Tujuan Pembelajaran

         TIU

        Mampu menjelaskan dasar-dasar komunikasi

 

         TIK

        Menjelaskan pengertian komunikasi

        Menjelaskan komponen komunikasi

        Menjelaskan proses komunikasi

        Menjelaskan tingkatan komunikasi

        Menjelaskan faktor yang mempengaruhi

        Menjelaskan jenis komunikasi

        Menjelaskan komunikasi dosen - mahasiswa

 

Pengertian Komunikasi

         Dari bahasa latin: communicare.

         Penyampaian informasi verbal / non verbal untuk mencapai kesamaan pengertian (Suliswati dkk, 2005).

         Proses yang digunakan seseorang untuk tukar-menukar informasi  (DeVito, 2004).

         Proses pertukaran informasi atau proses yang menimbulkan dan meneruskan makna atau arti (Taylor dkk, 1993)

         Proses penyampaian informasi, makna dan pemahaman dari pengirim pesan kepada penerima pesan (Burgess, 1998)

Komponen Komunikasi

1.      Sender / Komunikator: Pengirim informasi

2.      Message: Pendapat, informasi, stimulus

3.      Receiver / Komunikan: Penerima pesan

4.      Media        : saluran komunikasi

5.      Encoding    : perumusan pesan

6.      Decoding    : penafsiran pesan

7.      Feedback   : Umpan balik

            (Perry & Potter, 1993 dan Suliswati, 2005).

 

Proses Komunikasi

 

 

Tingkatan Komunikasi

  • Komunikasi Intrapersonal

Ø      Dalam diri individu,

  • Komunikasi Interpersonal

Ø      Interaksi 2 orang / kelompok kecil

  • Komunikasi Massa

Ø      Interaksi dalam kelompok besar

 

Faktor Yang Mempengaruhi

·        Usia / Perkembangan

Ø      Anak, dewasa, lansia

·        Persepsi

Ø      Kemampuan menafsirkan stimulus

·        Nilai

Ø      Keyakinan, norma

·        Pengetahuan

Ø      Tingkat pendidikan

·        Lingkungan

Ø      Ramai, bising, tenang, nyaman

·        Emosi

Ø      Marah, sedih, senang

·        Jenis Kelamin

Ø      Style pria, style wanita

·        Peran dan Hubungan

Ø      Perawat – klien, guru – murid

·        Jarak / Space

Ø      Space intim, personal, sosial

·        Sosial Budaya

Ø      Bangsa, suku

 

Jenis Komunikasi

·        Komunikasi Verbal

Ø      Melalui kata-kata, pembicaraan, tulisan

·        Komunikasi Non Verbal

Ø      Melalui pancaindera, tidak berupa kata-kata (tertulis / diucapkan)

 

Komunikasi Verbal

·        Memerlukan fungsi fisiologis dan kognitif untuk menghasilkan pembicaraan.

·        Dipengaruhi makna kata.

Ø      Denotatif: makna menurut kamus

Ø      Konotatif: penilaian terhadap sifat yang ada pada kata tersebut.

Komunikasi Non Verbal

·        Paralinguistik:

Ø      Nada, intonasi, kecepatan, extraspeech

·        Kinesics / Gerak tubuh

Ø      Ekspresi wajah, gesture, kontak mata

·        Proxemics / Jarak Bicara

Ø      Intim, personal, sosial

·        Touching / Sentuhan

Ø      Bentuk dukungan, pertimbangkan budaya

Komunikasi Interpersonal

·        Komunikasi antar 2 orang individu

·        Mutlak harus dikuasai oleh dosen

·        Meliputi kemampuan untuk:

Ø      Mengungkap perasaan mahasiswa:

v     Attending and active listening

Ø      Menjelaskan perasaan mahasiswa:

v     Reflection and inventory questions

Ø      Mendorong memilih perilaku alternatif

Komunikasi Dosen - Mahasiswa

·        Menciptakan iklim belajar kondusif

·        Dosen sebagai pengendali

·        Strategi:

Ø      Nyatakan tujuan pada awal kuliah.

Ø      Respek / saling menghormati

Ø      Aturan kelas yang jelas

Ø      Berlaku adil

Ø      Menciptakan rasa aman

Ø      Caring