Produk Terbaru

sdit alam alhikmahSDIT ALAM ALHIKMAH Bingung mencari sekolah untuk anak tersayang anda??? sekolah alam sekarang bisa menjadi pilihan menarik bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,

Selengkapnya

winnetWINNET WINNET. segala kebutuhan komputer anda dapat temukan disini Anda bingung mencari komputer untuk memenuhi kebutuhan harian anda???

Selengkapnya

conto postingConto Posting Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

conto postingConto Posting Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

gela-geloGela-Gelo Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

Sabtu, 06 Februari 2010

Gerontik pak gie

  1. A
  2. Klasifikasi PPOK
    1. Emfisema kronis batuk 3bln dlm 1 th selama 2 th
    2. Emfisema paru sal udara bag distal melebar, bronchus terminalis, kerusakan diding alveolus
    3. Asma hipersensitifitas
    4. Bronchiektasisdilatasi bronchusdan broncheolus krinik
  3. Prinsip penanganan PPOK
    1. Meniadakan factor etiologi/presipitasi
    2. Membersihkan sekresi bronchus
    3. Memberantas infeksi
    4. Mengatasi bronchospasme
    5. Pengobatan simtomatis
    6. Penanganan komplikasi
    7. O2 jika perlu
    8. Rehabilitasi
  4. Dx PPOK
    1. Bersihan jalan napas inefektif
    2. Pola napas inefektif
    3. G3 pertukaran gas
    4. Intoleransi aktivitas
    5. Risiko perubahan nutrisi
    6. G3 pola tidur
    7. Kurang perawatan diri
  5. A
  6. Manifestasi klinik PJK
    1. Tidak ada gejala spesifik
  7. Faktor risiko PJK
    1. Kolestrol total tinggi(LDL tinggi)
    2. HDL rendah
    3. Hipertensi
    4. Rokok
    5. DM
    6. Gemuk
    7. Olah raga kurang
    8. Stess
    9. Gaya hidup buruk
  8. A
  9. Dx PJK
    1. Nyeri dada akut
    2. Intoleransi aktivitas
    3. Cemas
    4. Risiko penurunan COP
  10. A
  11. A
  12. Etiologi ulkus peptikum
    1. Tidak jelas
    2. Bakteri gram negative H pilori
    3. Sal GI terpajan HCL dan Pepsin
    4. Usia 40 – 60
    5. Pria > wanita
    6. Wanita menopause>
  13. Pengkajian
    1. Identitas
    2. RPS
    3. Riw alergi
    4. Kebiasaan
    5. Px Fisik
    6. Lab
    7. EKG Ro
    8. Psikososial
  14. Dx Ulkus Peptikum
    1. Nyeri
    2. Kurang pengetahuan
    3. Anxietas
    4. G3 nutrisi kurang
  15. A
  16. Penyebab anemia pada gastritis kronis
    1. Atrofi mukosa lambung, absorbs zat besi Ca Vit B12 berkurang


 


 


 


 


 


 


 

Gerontik gie2

  1. Klasifikasi RA
    1. Osteoarthritis, radang sendi pd usia >60th
    2. Arthritis remathoid, inflamasi kronik , arthritis progresif di seluruh organ tubuh
    3. Art GOUT, sindrom klinis art akut
    4. AR juvenilis, anak2
  2. Manifestasi klinis
    1. Gej konstitusional: lelah anoreksi, BB turun, demam
    2. Moning sickness
    3. Art pada 3 daerah
    4. Poli art simetris
    5. Nodul rematoid nodul subkutan pd penonjolan tulang
    6. Art erosive,
  3. Px peunjang RA

    LED naik, leukosit normal/naik,

  4. Klasifikasi ulkus diabetikum menurut wagner

    Derajad 0: risti, kalus - , kalus +

    1: ulkus superfisialis, klinik inf –

    2; Ulkus dalam, sering selulitis, abses, inf tulang

    3; ulkus tulang/ pembentukan abses

    4; gangrene local ibu jari / tumit

    5; gangrene kaki

  5. Penatalaksanaan medis ulk DM
    1. Metabolic control
    2. Wound control
    3. Infection control
    4. Vaskuler control
    5. Pressure control
    6. Education control
  6. Kaidah pencegahan kaki diabet
    1. Setiap inf meski kecil merupakan masl
    2. Kaki bersih
    3. Kaki harus di inspeksi tiap hari
  7. Proses penyembuhan luka
    1. Respon inflamasi akut
    2. Destruktif
    3. Proliferative
    4. Maturatuf
  8. Pembagian osteoporosis
    1. Tipe I(pasca menopause)
      1. Tipe I kehilangan tulang bag trambekula
      2. Tipe II senilis kehilangan bag korteksi
      3. Ideopatik usia muda penyebab tidak diketahui
    2. Sekunder: karena penyakit lain ( hipertiroid, GGK,RA)


 

Gerontik yun

  1. Gejala klinik BPH
    1. Frekwensi berkemih bertambah
    2. Berkemih pada malam hari
    3. Kesulitan memulai dan menghentikan berkemih
    4. Air kemih tetap netes setelah selesai
    5. Nyeri saat berkemih
    6. Tidak bias berkemih
  2. Patofisiologi

    Hiperplasi periuretral karena ketidak seimbangan hormone, usia lanjut, tidak diketahui, menyebabkan retensi urine pada saluran kemih shg muncul nyeri, disfungsi sex, risti infeksi

  3. PX radiologi untuk
    1. Menentukan volume BPH
    2. Derajat disfungsi vesiko, volume dan residu urine
    3. Ada tidaknya kelainan

    Px radiologi

    1. IVP
    2. BNO
    3. USG
    4. Uroflowmeter
    5. Retrografi
  4. Indikasi pembedahan
    1. Retensi uri akut
    2. Ret uri kronis
    3. Residu uri >100ml
    4. BPH dangan penyulit
    5. Medikamentosa tak berhasil
    6. Syndrome progresif
    7. Flowmetri menunjukkan pola obstruksi
  5. Masalah metabolism diabetic ketoasidosis DM terjadi pada tipe I(IDDM) kerusakan pada pancreas
  6. Pat fis DM
    1. Usia lanjut
    2. Imunologi
  7. Penatalaksanaan diit lansia
    1. Kelompokkan semua unsure makanan yg penting
    2. BB ideal, keb energy terpenuhi
    3. Pencegahan fluktuasi kadar gula
    4. Kurangi lemak jika meningkat
    5. Turunkan lemak pada obeitas
  8. Kebutuhan kalori DM
    1. Tetapkan keb kalori dasar
    2. Penurunan BB jangka panjang dng diit kalori 1000 – 1200 kal
    3. masukan
      1. 60 – 70% KH
      2. 10 – 15% Protein
      3. 20 – 25% lemak

        Pengaturan diit lemak untuk perkesi

  9. AR adalah inflamasi sistemik kronik yang tidak diketahui penyebabnya, dng karakteristik kerusakan membrane synovial yg menyebabkan kerusakan pada tulang sendiankilosis, deformitas, (doengoes,2000)
  10. Pathogenesis AR

Jumat, 05 Februari 2010