Produk Terbaru

sdit alam alhikmahSDIT ALAM ALHIKMAH Bingung mencari sekolah untuk anak tersayang anda??? sekolah alam sekarang bisa menjadi pilihan menarik bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,

Selengkapnya

winnetWINNET WINNET. segala kebutuhan komputer anda dapat temukan disini Anda bingung mencari komputer untuk memenuhi kebutuhan harian anda???

Selengkapnya

conto postingConto Posting Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

conto postingConto Posting Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

gela-geloGela-Gelo Ini cuma conto posting yang akan di tampilkan di sini. Nulis apa aja yang penting nulis daripada tidak nulis .........

Selengkapnya

Kamis, 05 Maret 2009

Pengantar Riset Stikes Ngudi Waluyo 2009

Pengetahuan

Pengetahuan didefinisikan sebagai apa yang diketahui oleh seseorang tentang sesuatu. Dalam pengertian tersebut pengetahuan mempunyai subyek, obyek dan kebenaran.

  • Subyek yaitu seseorang yang

memiliki pengetahuan tertentu. Dalam konteks ini subyeknya adalah manusia.

  • Obyek yaitu sesuatu yang diketahui. Bentuknya dapat berupa data, informasi, kejadian, bahkan ilmu pengetahuan.
  • Kebenaran yaitu kesesuaian apa yang diketahui seseorang dengan obyek yang sebenarnya
  • Pengetahuan biasa (ordinary knowledge): merupakan pengetahuan yang diperoleh

melalui pencerapan indra terhadap obyek tertentu yang dijumpai sehari-hari.

  • Pengetahuan ilmiah (scientific knowledge): pengetahuan yang diperoleh melalui metode-metode ilmiah atau penelitian yang digeneralisasikan menjadi ilmu pengetahuan.
  • Pengetahuan filsafati (philosophical knowledge) yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui pemikiran rasional yang didasarkan pada pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian kritis, logis, analitis dan sistematis

Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah kumpulan dari pengalaman dan pengetahuan sejumlah orang yang dipadukan secara harmonis dalam suatu bangunan yang teratur. Atau dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan kumpulan pengetahuan yang sistematis.

Motif Perkembangan Ilmu Pengetahuan

  • Motif Curiosity. Dorongan ingin tahu yang besar biasanya dimiliki oleh para cendekia
  • Motif kegunaan praktis.

Tugas Ilmu Pengetahuan

1. Tugas menerangkan gejala (eksplanatif).

Ilmu pengetahuan mendeskripsikan dan menyediakan keterangan-keterangan tentang gejala apa sajatermasuk sebab, kondisi atau alasan yang menimbulkan gejala tersebut

2. Tugas meramalkan kejadian (prediktif)

Hukum dan dalil sebagai dasar meramalkan dengan teliti tentang kejadian di masa mendatang.

3. Tugas mengontrol

Mengontrol disini diartikan bahwa berdasarkan ilmu pengetahuan kita dapat mengendalikan berbagai kondisi-kondisi untuk menimbulkan kejadian-kejadian yang diharapkan dan mencegah yang tidak diharapkan

Fakta dan Teori

Peran fakta.

- Dapat menolak teori.

  • Menimbulkan teori baru
  • Mempertajam rumusan teori

Peran teori

  • Mengarahkan penelitian.
  • Merangkum pengetahuan dalam sistem tertentu
  • Meramalkan fakta

Kebenaran Ilmiah

1. Rasionalisme (Cartesius, 1596-1650)

Menurut faham ini bahwa kebenaran itu harus rasional yaitu tidak bertetangan rasio atau akal manusia. Benar adalah jelas dan terpilah-pilah, karena ada pemeriksaan rasio.

2.Empirisme (Thomas Hobes, 1588-1679)

Kebenaran adalah empiris, nyata. Sesuatu yang nyata seharusnya dapat diobservasi. Bahwa yang ada adalah bersifat materi dan bukan gagasan

Kebenaran Ilmiah...cont

  1. Positivisme ( August Comte, 1798-1857).

    Positivisme mengatakan bahwa adanya sesuatu karena adanya gejala/penampakan. Hampir sama dengan empirisme, tetapi positifisme mengakui adanya sesuatu tidak harus tampak benda tersebut, tetapi bisa dilihat dari gejala adanya benda tersebut

  2. Pragmatisme ( William James, 1842-1910)

    Pragmatisme menjelaskan bahwa yang benar adalah yang memberikan manfaat dengan perantaraan sebab akibat

  3. Fenomenologi (Edmund Husserl, 1859-1938)

    Kebenaran adalah fenomena itu sendiri, difikirkan atau tidak, teramati atau tidak. Tidak semua yang ada atau benar bisa diamati oleh manusia

  4. Eksistensialisme /das sein (heidegger, Jean Paul sartre, karl jaspers, gabriel marcel)

    Kebenaran adalah karena adanya tanda, situasi meskipun tidak selalu obyektif. Adanya perubahan menunjukkan adalah kebenaran tentang sesuatu

Syarat-syarat kebenaran ilmiah

1.Teori kesahihan koherensi/ coherence theory of truth.

Koheren artinya masuk akal. Jadi kebenaran dapat diterima apabila memiliki hubungan dengan gagasan-gagasan lain yang sahih dan dapat masuk akal.

2.Teori kesahihan korespondensi/corespondence theory of truth.

Koresponden artinya gagasan sesuai realitas. Gagasan kita benar apabila relitanya demikian

3. Teori kesahihan pragmatis/pragmatical theory of truth.

Pragmatis artinya mempunyai manfaat bagi manusia.

4. Teori kesahihan semantik/semantic theory of truth

Semantik artinya arti atau makna.Gagasan semestinya menunjukkan arti yang sesungguhnya yang mengacu kepada realitas, arti definitif dengan menunjuk ciri khas yang ada

5. Teori kesahihan logikal yang sepenuhnya/logical superfluity theory of truth.

Gagasan tidak perlu dibuktikan karena gagasan itu dianggap sudah sepenuhnya benar. Contoh lingkaran itu bulat, maka tidak perlu dibuktikan lagi

Cara Memperoleh Kebenaran.

  • Melalui pihak yang berwenang seperti ustaz, dukun, ilmuwan, raja, pemerintah
  • Melalui pengalaman pribadi
  • Berfikir deduktif (silogisme). Atau sering disebut berfikir analitis
  • Berfikir induktif atau sintesis
  • Berfikir reflektif/ berfikir ilmiah

Berfikir Ilmiah
John Dewey (1933)

  • The felt need atau kesulitan berfikir
  • The problem atau menegaskan masalah
  • The hypothesis
  • Collection of data and evidence
  • Concluding believe
  • General value of conclusion
  • Kerangka Berfikir Ilmiah

kerangka berfikir ilmiah.doc

Kriteri Ilmiah

  • Berdasarkan fakta/empiris
  • Bebas dari prasangka
  • Menggunakan prinsip analisis
  • Menggunakan hipotesis
  • Menggunakan ukuran obyektif

Sarana Berfikir Ilmiah

  • Bahasa. Pemahaman bahasa yang baik dan benar serta efektif baik lisan maupun tertulis sangat menolong seseorang menyampaikan gagasan secara ilmiah
  • Logika. Obyek materialnya adalah berpikir ditinjau dari prosesnya dan obyek formalny adalah ketepatan berfikir.
  • Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol matematik.
  • Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan datadata.

Berfikir Induksi

Berfikir induksi merupakan roses penarikan kesimpulan dari pernyataan khusus ke pernyataan bersifat umum atau eranjak dari hal-hal yang konkret (berdasarkan pengalaman yang ditangkap indra). Dalam konteks penelitian maka induktif adalah membangun teori dari pengamatan fenomena. Jadi fakta adalah fenomena khusus dan teori adalah hasil generalisasi (umum).

Berfikir Deduksi

  • Merupakan
    kebalikan
    dari berfikir induktif. Berfikir deduktif merupakan pembuatan kesimpulan dari pernyataan umum ke khusus. Jadi kesimpulan yang ditarik dari teori yang sudah ada, kemudian melakukan pengamatan pada fenomena khusus.

Pengertian Riset.

(Levine, 1986). Penelitian merupakan upaya generalisasi menjadi teori, prinsip atau berbagai bentuk hubungan yang dapat dibenarkan melalui observasi ilmiah dan inferensiasi.

(Kerlinger (1973):Penelitian adalah aktifitas yang sistematik, terkontrol, empiris dan pencarian secara kritis terhadap fenomena alam untuk membuktikan hipotesis.

Pengertian….

(Hillway (1956):Penelitian merupakan satu metode pencarian yang dilakukan dengan hati-hati dan mendalam pada semua kejadian yang dianggap belum jelas melalui pendefinisian masalah penelitian dan mencari jawabannya.

Tujuan Riset

  • Tujuan Eksploratif. Penelitian bertujuan menemukan sesuatu yang baru, mengeksplorasi sesuatu yang belum diketahui sehingga didapatkan hal baru
  • Tujuan Pengembangan/ developmental; Penelitian bertujuan mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.
  • Tujuan Verifikatif. Penelitian bertujuan untuk menguji kebenaran/pengetahuan atau hasil penelitian yang lalu

Perkembangan Riset

  • Periode trial and error; tidak menggunakan dalil-dalil yang logis, hanya mencoba dan mencoba.
  • Periode authority and tradition; pendapat penguasa atau tradisi dikuti tanpa sikap kritis sehingga kegiatan penelitian tidak berkembang dengan baik.
  • Periode speculation and argumentation; membantah sesuatu dengan argumentasi dan spekulasi; mendewakan akal dan ketangkasan lidah
  • Periode hypothesis and experimentation; analisis dilakukan dengan hati-hati terhadap fakta-fakta yang diperoleh dari eksperimen

Ciri Penelitian Ilmiah (Hallmarks Dalam Sekaran 2003)

1. Purposiveness.

Penelitian yang baik harus memiliki tujuan yang jelas dimana tujuan tersebut relevan dengan masalah

2. Rigor

Penelitian harus dilakukan dengan hati-hati sehingga emiliki akurasi hasil yang baik atau memiliki derajat kepastian yang baik

3. Testability.

Penelitian yang baik dilakukan dengan pengukuran dan pengujian yang baik pula.

4. Replicable

Penelitian yang baik adalah apabila penenlitian tersebut diulang akan menghasilkan kesimpulan yang sama pada situasi yang sama dan dengan metode yang sama.

5. Precision & Confidence

Precision atau presisi merupakan konsep yang menjelaskan tetntang kedekatan temuan penelitian dengan fenomena yang sebenarnya

Confidence atau tingkat kepercayaan merupakan probabilitas bahwa estimasi yang dilakukan adalah benar

6. Objectivity

Penelitian haruslah obyekti, enggunakan data yang actual dan penarikan kesimpulan didasarkan data yang faktual

7. Generalizability.

Atau dapat digeneralisasikan

8. Parsimony/simplifisitas

Hasil penelitian yang scope-nya kecil dapat menjelaskan hal yang lebih luas.

Syarat Menjadi Peneliti.

  • Kompeten
  • Obyektif
  • Jujur
  • Faktual

  • Terbuka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar